Minggu, 20 Januari 2013

Alpha Fetoprotein



Alpha Fetoprotein

Alpha fetoprotein (AFP) atau biasa disebut juga α-1-fetoprotein atau α-fetoglobulin) adalah suatu protein pada manusia yang disandikan oleh gen AFP. Gen AFP terletak di lengan q pada kromosom 4 (4q25). AFP adalah suatu protein plasma utama yang dihasilkan oleh kantung kuning telur dan hati selama perkembangan janin dan dianggap sebagai bentuk janin dari serum albumin. AFP mengikat tembaga, nikel, asam lemak dan bilirubin. AFP ini ditemukan dalam bentuk monomer, dimer dan trimer. AFP adalah suatu glikoprotein, mempunyai 30% homolog dengan albumin, dan mempunyai berat molekul yang sama (69.000). Kadar AFP yang beredar sangat rendah pada orang dewasa, kecuali pada kehamilan, dimana didapat dari sirkulasi fetus yang menyebabkan peningkatan yang signifikan.
Alfa fetoprotein (alpha fetoprotein/AFP) adalah protein yang dihasilkan oleh bayi yang belum lahir saat tumbuh di dalam rahim. Sejumlah besar AFP ditemukan dalam cairan ketuban. Kadar plasmanya berkurang dengan cepat setelah kelahiran. kadar alfa fetoprotein abnormal dapat menunjukkan cacat otak atau sumsum tulang belakang, janin kembar, hari perkiraan lahir salah perhitungan, atau kelainan kromosom. Kadar normal pada orang dewasa biasanya dicapai pada usia 8-12 bulan.
Dewasa ini, AFP diketahui tidak memiliki manfaat pada orang dewasa yang sehat. Jadi, kadar yang meningkat dapat menunjukkan kelainan. Kadar normal dari AFP adalah di bawah 10 ng/ml. Kenaikan sedang sampai 500 ng/ml dapat terjadi pada penderita hepatitis kronik. Sedangkan kadar di atas 500 ng/ml hanya terdapat pada penderita kanker hati, kanker testis dan ovarium, dan proses penyebaran kanker yang telah mencapai hati. Untuk mengetahui kadar AFP dalam tubuh maka harus dilakukan tes AFP yang menggunakan darah sebagai medianya.
Alpha fetoprotein tes (AFP) adalah tes darah yang dilakukan untuk mengukur, mendiagnosa, atau memantau kelainan pada janin. Tes ini dapat juga mendeteksi beberapa gangguan hati dan beberapa jenis kanker pada orang dewasa. Selama kehamilan, tes ini bersamaan dengan pemeriksaan cairan ketuban (amniosentesis), dapat membantu mendeteksi bifida tulang belakang janin atau cacat pada saluran saraf janin lainnya. Tes AFP dapat juga dilakukan sebagai bagian dari skrining tes lainnya untuk menemukan masalah  kelainan kromosom seperti Down syndrome (trisomy 21) atau sindrom Edwards (trisomy 18)  dan omphalocele.
Hal-hal yang dapat mempengaruhi hasil tes :
·         Kontaminasi dari darah fetus, Yang dapat terjadi saat ammiocentesis
·         Perokok
·         Gestational diabetes
·         Jika pernah melakukan tes medis yang menggunakan radio aktif dalam waktu 2 minggu sebelumnya
Peningkatan kadar serum AFP  maternal dijumpai  pada :
·         Neural tube defects ( omphalocele  )
·         Kehamilan  multipel
·         Fetal distres
·         Fetal death
Peningkatan kadar AFP  non maternal dijumpai pada
·         Kanker  hepatoselular primer ( hepatoma )
·          Adanya metastase kanker di hati
·         Kanker sel germinal atau yolk sac dari ovarium
·         Tumor sel embrional atau sel germinal dari testis
·         Kanker lain seperti : stomach, colon, lung, breast dan lymphoma
·        



Nekrosis sel hati ( sirhosis, hepatitis )




Terima Kasih sudah bekunjung di blog imunohistokimia ini...
Dalam blog ini akan Kami share segala sesuatu seputar imunohistokimia
Kami pun menyediakan segala keperluan laboratorium imunohistokimia (khususnya) dan laboratorium umum...
Untuk info lebih lanjut, silahkan kunjungi link di bawah ini :

1 komentar:

  1. Live Casino (H2H) - Jordan's Arabia23 Retro
    The casino features find air jordan 18 retro red suede a collection of casino slots, poker, air jordan 18 retro men red to my site roulette and air jordan 18 retro men red for sale live air jordan 18 retro men red cheap dealer games. All from replica air jordan 18 retro your desktop. Download the H2H client for free.

    BalasHapus